Semangat Baru di Tahun Ajaran Baru
- Minggu, 10 Oktober 2021
- Berita Sekilas-info MIPA
- Zainuddin
- 0 komentar
Sejatinya, manusia merupakan makhluk yang harus di didik, makhluk yang dilahirkan dengan kemampuan otak yang sama sehingga tidak ada kata anak bodoh dan pintar. Hanya perlakuan yang keliru ketika orangtua mengajarkan hal yang salah kepada anaknya, sehingga membuat anak menjadi malas belajar.
Di Indonesia setiap orang berhak mendapatkan pendidikan yang layak sebagaimana yang tertera di dalam Pasal 31 UUD 1945. Faktor yang bisa menumbuhkan semangat belajar pada anak serta menjadi pribadi yang rajin dalam belajar dimulai dari orangtua. Tidak dipungkiri bahwa waktu seorang anak banyak dihabiskan dengan orangtua mereka. Sebagai orangtua pastilah memberikan contoh-contoh yang baik kepada anak mereka. Sebagai contoh ketika orangtua meminta anak untuk belajar, maka orangtua sebaiknya mendampingi dan membantu mengajarkan cara belajar yang baik, bukan malah asyik nonton televisi atau bermain dengan gadget. Hal tersebut membuat contoh yang tidak baik kepada anak, sehingga anak tidak bisa menumbuhkan semangat belajar.
Bagi wali siswa yang mampu biaya tak menjadi masalah. Bahkan, mereka rela mengeluarkan biaya lebih besar untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik untuk anaknya. Masalahnya akan mengganjal bagi wali siswa yang tak mampu alias miskin. Akhirnya, tak sedikit bagi anak anak miskin menjadi putus sekolah.
Sekolah seolah merasa sah saja menguntip ini itu dan wali siswa dengan berbagai alasan setiap terlambat pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), kecilnya dana BOS dan sebagainya. Bahkan untuk menambah sarana prasarana pun, sekolah menarik iuran dari siswa, misalnya untuk memberikan pagar, mushola, taman, bahkan ruang kelas. Padahal seharusnya itu semua tanggung jawab pemerintah. Lain halnya kalau sekolah swasta.
Sekolah swasta pun seharusnya juga memberi perhatian terhadap anak anak miskin. Negara tetap hadir di sana misalnya dengan membuat aturan setiap sekolah swasta wajib menyediakan 20% bangku untuk anak anak miskin dengan biaya murah bahkan geratis. Sekolah swasta bisa menerapkan subsidi silang untuk menampung anak anak miskin.
Tak hanya itu negara perlu berperan untuk mengawasi agar sekolah tidak melanggar hak hak anak dalam memperoleh pendidikan misalnya melakukan pengawasan yang cukup terhap kebijakan sekolah terutama yang berkaitan dengan biaya, Agar tidak membani siswa yang tidak mampu setiap pangutan jangan di lepas secara sepihak kepada sekolah, Melainkan harus mendapat izin dari pemimpin daerah dan di bahas oleh dewan perwakilan rakyat.
Selain itu aparat pemerintah perlu turun ke kampung kampung miskin dan mencari anak ank miskin yang putus sekolah. Jangan sampai ada di antara mereka yang karena tidak ada biaya lalu tidak bisa sekolah.
Negara harus hadir dan memiliki tanggung jawab besar terhadap pendidikan anak anak miskin . Sebab sekolah harapan satu satunya agar mereka bisa mengubah nasib dan keluar dari jebakan kemiskinan. Mereka memiliki senjata untuk menguasai dunia.
Pentingnya semangat atau motivasi belajar adalah kunci sukses. Motivasi belajar adalah penting untuk mengembangkan diri. Biasakanlah belajar sedikit demi sedikit sehingga sudah mulai terbiasa dengan aktivitas belajar.
Artikel Terkait
“Menggema di Jember! Tim MFQ MA Miftahul Ulum Tumbangkan Lawan dan Raih Puncak Juara!”
Senin, 17 November 2025
LA TANSA Guncang Jember!! Siswa MA Miftahul Ulum Raih Juara 2 Festival Hadrah se-Jawa Timur
Minggu, 09 November 2025
KEGIATAN PENDAMPINGAN DAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MENDALAM (PMM/Deep Learning)
Selasa, 02 September 2025
Guru MA Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Mengikuti Seminar Internasional SEA‑QiM: “Strengthening Numeracy through Joyful and Meaningful Mathematics Learning”
Minggu, 13 Juli 2025